Tips Menghindari Komplotan ‘Ban Gembos’


Kejahatan dengan membohongi pengendara mobil guna menguras harta di dalam mobil sering terjadi di Jakarta. Dari mulut kepala gang api-api, Susanto (33), terlontarlah rahasia dapur gang ini.

“Kami hanya mengincar mobil berpenumpang tunggal. Tak peduli laki-laki atau perempuan,” kata Susanto usai dibekuk polisi di Mapolsek Setiabudi, Jl Setiabudi Barat, Jakarta Selatan, Senin, (15/6/2009).

Jika syarat tersebut telah dipenuhi, maka terjadilah komunikasi di antara kawanan tersebut dengan pesan berantai via sms. Guna menghindari target operasi mereka, Susanto memberikan tips.

“Yang pertama, jika turun mobil, pastikan kendaraan dalam posisi terkunci. Yang kedua, masukan barang berharga di dashboard. Ketiga, parkir di bengkel atau parkir parkiran bersatpam. Yang terakhir, kecoh balik kami dengan meninggalkan tas kosong di jok belakang. Karena kami sering dapat tas tapi isinya cuma kertas-kertas doang, he he he,” katanya seraya ketawa lepas.

Bagi Susanto, di keroyok massa merupakan resiko, meski belum pernah. Dalam beberapa kali aksinya, dia sudah terbiasa diteriaki maling, meski tidak terkejar akibat gesitnya mengendarai sepeda motor.

“Kalau kagak mau kejebak, ya, jangan berhenti,” pungkasnya.

Komplotan perampok yang membohongi pengendara mobil ini dibekuk polisi usai 25 kali beraksi dalam setahun terakhir. Mereka mengecoh korban dengan memberitahu mobil korban gembos.

“Sudah 25 kali beraksi. Ini baru ketangkap,” kata Susanto.

Dalam aksinya, mereka bekerja sepanjang Jalan Rasuna Said. Masing-masing mengecoh calon korban dengan memberitahu ban kendaraan gembos. Satu kali diingatkan korban masih belum percaya.

Dilanjutkan dengan pelaku kedua, ketiga dan keempat. Pada pelaku keempat inilah korban terkecoh dan merasa ban belakangnya benar-benar bocor. Saat pemilik kendaraan mengecek ban depan, pelaku pun beraksi.

“Cukup 30 detik buat menggasak tas di kursi belakang,” tambahnya.

Usai berhasil membawa kabur tas, pelaku langsung tancap gas menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan. Sayang, ibarat sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya terperosok ke lobang jua. Begitupun dengan komplotan Susanto.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: