Kebanyakan Cola Timbulkan Masalah Otot


Hati-hati minum terlalu banyak cola karena dapat meningkatkan risiko masalah otot yang disebut hipokalemia. Selain itu juga penurunan kadar kalium secara drastis dapat mengakibatkan kelemahan ringan atau lumpuh sementara.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Musa Elisaf, dari Universitas Ioannina, Yunani, menemukan penurunan kadar kalium dapat mengakibatkan kelemahan ringan atau lumpuh sementara. Para ahli juga memperingatkan, minum terlalu banyak cola dapat meningkatkan risiko masalah otot yang disebut hipokalemia.

Pada orang dengan hipokalemia, penurunan kadar ion kalium darah menyebabkan masalah pada fungsi otot yang vital. Menurut para peneliti Yunani yang melakukan tinjauan terhadap orang-orang yang minum antara dua sampai sembilan liter cola sehari, gejala-gejalanya dapat berkisar dari ringan sampai kelumpuhan serius.

Dua di antara pasien adalah wanita hamil yang masuk rumah sakit dengan kadar kalium yang rendah. Salah satunya adalah wanita berusia 21 yang minum sampai tiga liter dari cola sehari dan mengeluh kelelahan, kehilangan nafsu makan dan muntah.

Para peneliti menjelaskan bahwa hasil elektrokardiogram mengungkapkan dia memiliki hambatan jantung, dan tes darah menunjukkan dia memiliki kadar kalium rendah.

Pasien kedua yang hamil, yang mengkonsumsi sampai tujuh liter cola sehari selama 10 bulan, mempunyai kadar kalium dan menderita kelemahan otot meningkat, para peneliti mencatat.

Kedua pasien mengalami pemulihan cepat dan penuh setelah mereka berhenti minum cola dan menerima suntikan atau bentuk oral dari kaliium.

Demikian pemaparan studi kasus di International Journal of Clinical Practice edisi Juni 2009.

“Kita lebih banyak minum softdrink dibandingkan sebelumnya, dan sejumlah masalah kesehatan telah diidentifikasi termasuk masalah gigi, demineralisasi tulang dan pengembangan sindroma metabolik dan diabetes. Ada banyak bukti bahwa konsumsi cola berlebihan mengarah ke hipokalemia,” kata Dr Musa Elisaf.

Elisaf mengatakan tiga paling umum dalam bahan cola yaitu glukosa, fruktosa dan kafein, dapat memberikan kontribusi pada hipokalemia.

“Peran individual masing-masing bahan dalam patofisiologi hipokalemia yang diinduksi cola belum ditentukan dan mungkin berbeda untuk setiap pasien. Namun demikian, dalam sebagian besar kasus yang dikaji, kafein diperkirakan memainkan peran yang paling penting. Telah banyak studi kasus lainnya yang berfokus pada produk yang mengandung kafein tinggi, tanpa glukosa atau fruktosa,” jelas Elisaf.

Namun demikian, “Produk cola bebas kafein juga dapat menyebabkan hipokalemia karena kandungan fruktosanya dapat menyebabkan diare,” kata Elisaf.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: